Halaqah gerakan 1

Sunday, June 10, 2012


Halaqah gerakan 1
Oleh : Rozan Hilmy Abdul Hanif (Staf Kaderisasi KAMMI Komsat UNJ)

“Kebaikan yang tidak terorganisir dengan baik akan mampu dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir dengan baik”. Perlu disadari, banyak sekali pergerakan kaum muslimin yang sudah tidak lagi terorganisir dengan baik. Kenapa..? tentunya karena banyak dari kalangan demikian yang sudah malas dalam menulis, enggan untuk berdiskusi, tidak update berita, ataupun merasa segan apabila menghadiri kajian – kajian pergerakan.

                Saya mendapat pesan dari qiyadah saya dalam sebuah halaqah gerakan KAMMI , ”setelah halaqah ini selesai, saya ingin yang hadir di sini semuanya menulis.” Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan bagi saya dan kawan – kawan saya yang lain “kenapa..?.” Kemudian beliau menjelaskan, “mendengarkan saja hanya akan menyerap materi sekitar 30%, namun apabila setelah didengar kemudian ditindak lanjuti dengan menulis maka akan menambah daya serap dan daya ingat hingga 60 %.” Lalu ke mana yang 40%..? 30% akan ditambah apabila kita menerapkannya pada kegiatan kehidupan kita sehari – hari. Dan yang 10% apabila kita ulas kembali materi yang telah kita dapatkan.

                Teringat pula akan perkataan qiyadah saya dalam lembaga pers dakwah UNJ NuraNiku, “kalau mau jadi orang hebat maka ada dua hal yang mencirikannya, yakni menjadi orang yang vokal (pandai berbicara) dan aktif dalam membaca serta menulis.” Hal ini dapat dibuktikan, karena pada kenyataannya banyak orang – orang hebat seperti Ust. Rahmat Abdullah, Salim A Filah, Asma Nadia yang karyanya sudah banyak di cetak dan di baca oleh sekian ratus orang.

                Kemampuan – kemampuan di atas  seperti pandai menulis dan berbicara tidaklah diperoleh dengan cara instan. Melainkan secara bertahap. Selain itu, juga perlu dukungan lingkungan sekitar kita. Usahakan kita berada pada lingkungan orang – orang yang senang menulis, berdiskusi, dan membaca. Kenapa di tambah membaca, karena membaca adalah bekal agar dapat menulis dengan tulisan yang baik.

                Namun, ada hal yang perlu diperhatikan. Yakni, kita harus kritis dalam menerima masukan, saran atau pendapat dari orang lain. Tidak bisa kita langsung menyerap secara penuh pendapat dari orang lain. Karena pada setiap orang, memiliki pendapat yang berbeda – beda. Kalau saja kita menerima dengan sepenuhnya pendapat seseorang, tentu itu tidak adil. Karena apabila secara tidak sengaja bertemu orang dengan pemikiran liberal dan kemudian kita mengiakan saja pendapatnya, maka tentunya kita akan menjadi orang yang liberal pula. Namun, jikalau semua pendapat kita terima, maka bukannya jalan keluar yang kita peroleh, melainkan hanya jalan buntu semata. Lalu, apa yang harus kita lakukan..? yang harus kita lakukan adalah, pertama kita harus mempunyai bekal ilmu pengetahuan dahulu dengan cara membaca buku, update berita, sudah berdiskusi dengan orang lain, ataupun sudah mengikuti kajian. Setelah itu, apabila kita berdiskusi jangan hanya mendengar pendapat satu orang saja, tapi dengarlah semua pendapat orang. Hanya saja, jangan langsung kita terima bulat – bulat pendapat – pendapat tersebut. Kita harus bersikap kritis, namun bukan kritis yang berarti menyalahkan segala pendapat orang lain dan merasa kitalah yang paling benar. Kritis yang saya maksud di sini yaitu, bersikap adil pada diri sendiri dan  bisa memilah mana yang baik untuk kita ambil.

                Agar menjadi gerakan yang terorganisir dengan baik, diperlukan sebuah pengalaman yang matang. Karena, sebuah pergerakan tentunya apabila menemukan sebuah kekurangan maka pergerakan tersebut akan segera melakukan perbaikan pada sistem pergerakannya. Namun, saya merasa miris ketika pada masa ini banyak pergerakan khususnya pergerakan mahasiswa yang gerakannya sudah tidak didukung oleh masyarakat. Kenapa hal tersebut bisa terjadi..? pertama, banyak pergerakan mahasiswa yang sudah kehilangan jati dirinya. Mereka bergerak bukan atas dasar kebaikan atau pun untuk membela rakyat, melainkan kebanyakan hanya untuk keuntungan pihak – pihak tertentu saja. Kedua, sering terjadinya pertikaian antar mahasiswa sehingga hal ini menyebabkan image yang buruk masyarakat kepada para mahasiswa. Ketiga, proses pengaderan yang sudah tidak sebaik dulu. Keempat, banyaknya mahasiswa yang apatis (tidak peduli) dengan pergerakan. Padahal, sama – sama kita ketahui, banyak kejahatan – kejahatan di bumi pertiwi ini (misal : korupsi) yang sudah terorganisir dengan sangat baik dan rapi. Sehingga orang – orang baik pun tak mampu berbuat banyak untuk mengatasi kejahatan – kejahatan tersebut.

                Untuk itulah, sebagai mahasiswa yang notabenenya adalah rakyat dan juga sekaligus sebagai seorang Muslim yang negarawan. Sudah sepatutnya kita segera melakukan sebuah pergerakan untuk membuat negeri yang katanya indah ini kembali berseri dan menjadi negeri yang dirahmati oleh Allah SWT. Walaupun terasa berat, tentunya hal ini juga pernah dirasakan oleh panutan kita, baginda Nabi Muhammad Saw. Kalau saja kita menyerah saat ini, lalu mau di bawa ke mana bangsa kita tercinta ini. Apakah kita rela bangsa ini berada pada kekuasaan tangan – tangan yang dzalim..? apakah kita rela kita diperalat oleh mereka para orang dzalim..? apakah kita tidak ingin menjadi bagian dari orang – orang yang membela agama Allah ini..? bagaimana jikalau Nabi Muhammad juga menyerah dalam memperjuangkan agama Islam ini, sudah pasti kita tidak akan merasakan nikmatnya ber-Islam sekarang. Untuk itulah, kita harus bersyukur pada Allah SWT karena ia telah menguatkan hati baginda Rasulullah dalam mendakwahkan agama Islam ini. Bersyukurlah dengan terus memperjuangkan Islam ini sampai titik darah penghabisan. Meskipun pahit, tapi Allah menjanjikan manisnya surga di akhirat nanti.

                Semangat, keringat, darah dan air mata akan menjadi saksi perjuangan ini. Meskipun terasa berat, namun kita akan terus berusaha. Meskipun lelah, namun kisah perjuangan baginda Rasulullah telah membakar kembali semangat kita. Meskipun terasa tiada henti, namun kita yakini betapa nikmatnya perjuangan ini.  Tak kenal lelah, tiada henti, demi tegaknya Islam di muka bumi. Seperti itulah seharusnya semangat kita dalam memperjuangkan agama Allah ini.

You Might Also Like

1 comments

Yuk tingalin Jejakmu di sini :D

Total Pageviews

Tweet2 :D

Followers

Komunitas Blogger UNJ