Balik lagi ke Android

Sunday, July 31, 2016

Ilustrasi dari http://tekno.liputan6.com/read/2346298/10-aplikasi-yang-bikin-android-jadi-lelet
Android memang kejam, bagaimana tidak. Para pesaingnnya terkesan banyak yang 'dipaksa' untuk gulung tikar. Contohnya bisa kita lihat pada produk-produk besutan RIM yakni Blackberry. Coba gue mau tanya, siapa di antara sobat pembaca semua yang masih menggunakan smartphone Blackberry berOS-kan BlackberryOS ini?, Gue yakin, sedikiiiitttt banget dari sobat yang masih pakai smartphone BB yang OSnya masih asli BlackberryOS.

Gue, pertama kali megang yang namanya smartphone. Jujur, gue pake Android. Waktu itu, Android paling pertama yang gue cicipin ialah Android versi Jelly Bean. Tampilannya yang asik, peforma yang mulus walau (kala itu) frekuensi prosesornya hanya kisaran 500Mhz. Membuat gue suka banget nih sama si Robot hijau ini.

Setahun kemudian, seiring dengan aplikasi yang terus gue update. Membuat Android JellyBean di smartphone gue semakin terasa berat. Mulai dari Maps, WhatsApp, Google Play, dsb. Ini tentu membuat gue rada kesel campur jelimet. Belum lagi storage alias penyimpanan yang semakin penuh. Seakan-akan gue 'di paksa' untuk segera upgrade device Android gue.

Beruntung, gue dapet berkah smartphone gratis di acara KOPDAR Guru Blogger (Lengkapnya yuk baca di link ini : http://hilmynotes.blogspot.com/2015/03/asli-bener-modal-14-ribu-dapet-hape-700.html) . Kali ini, gue dapet smartphone yang speknya rada gedean dikit. Dari yang tadi prosesornya 500Mhz, menjadi 1 Ghz. Dengan inti yang masih satu alias Single Core. Alhamdulillah, rasanya lancar bin mulus bin merosot hehehe....

Baru kisaran 6 bulan pakai itu smartphone hasil hadiah. Eh, ngak sengaja kelupaan naro di tempat umum. Walhasil, ketika gue balik ke tempat gue lupa naro entu smartphone, udah langsung menghilang bagai di telan waktu. Begitulah, memang bukan rejeki gue kali ya.

Singkat cerita, karena gue sangat membutuhkan peran WhatsApp, Telegram, BBM, Messengger, dan kawan-kawannya. Akhirnya gue berhasil mendapatkan dana 'bantuan' (dari hasil jual netbook bekas) untuk membeli smartphone.

Dengan dana yang seadanya, gue mencari-cari smartphone dengan spek yang lumaya gahar tapi harga jinak, he.he.he..

Setelah seharian research smartphone di online store dan mbah google. Tertujulah keinginan gue buat beli smartphone berOS Windows Phone.

Waktu itu, pilihan gue jatuh pada Microsoft Lumia 535. Karena layarnya sudah di proteksi dengan teknologi Corning Gorilla Glass 3, namun harganya sangat murah. Belum lagi, kala itu lagi ada diskon khusus di salah satu online shop.

Gue merasa cukup puas dan terkesan setelah memakai Windows Phone versi 8.1 pada Lumia 535 ini.  Dengan ram 1 GB, namun bisa menjalankan super banyak aplikasi dengan mulus luar biasa. Belum lagi kameranya yang menurut gue luar biasa banget. Kenapa? karena hanya,.. ingat sob HANYA dengan resolusi maksimal 5 MP, kualitas gambar yang di hasilkan sudah super duper keren. Sumpah sob, gue bener-bener puas dengan windows phone ini. Saking puasnya gue sampe bikin artikel mengenai windows phone (mau tau?, yuk intip link ini : https://hilmynotes.blogspot.co.id/2016/02/do-more-with-windows-phone.html). Di artikel itu udah ada hasil jepretan gue pake lumia 535 juga loohh..

Setelah beberapa bulan, gue merasa ada yang kurang pas. Kenapa?, karena gue butuh aplikasi online shop dan terkadang sangat butuh ojek online untuk sekedar COD alias ketemuan langsung sama penjual online. Disitulah gue merasa kalau Android memang menyeramkan. Lho kok bisa?, bagaimana tidak?, aplikasi-aplikasi seperti Bukalapak, OLX, Tokopedia, Lazada, belum lagi GO-JEK dan Grab yang tidak merilis aplikasinya untuk platform Windows phone. Ada lagi google yang sama sekali tidak merilis aplikasinya untuk platform windows phone (misalnya Youtube, Drive, Maps, Gmail, dsb).

Akhirnya gue putuskan untuk jual Lumia 535 gue untuk kemudian di jadikan modal membeli smartphone bekas yang berOS-kan Android. Cari-cari smartphone bekas memang sangat beresiko. Untuk itu, gue di tuntut untuk ekstra hati-hati dalam memilih. Bismillah, terpilihlah smartphone xiaomi model redmi 2 prime.

Coba di coba smartphone bekasnya. Ternyata lumayan juga peformanya. Kameranya pun tak kalah dengan lumia 535. Malah warna yang di hasilkan terkesan lebih berkualitas. Ini buktinya (hasil jepretan gue pake xiaomi redmi 2 prime), oh ya, sebelum gue upload, ukurannya udah gue kompres, jadi ini bukan resolusi maksimal ya :

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi
Dokumentai Pribadi
Dokumentasi Pribadi
Satu kata buat kualitas kamera utama redmi 2 prime ini 'Uwaaww'. Pokoknya keren deh, seru banget buat foto-foto.

Selain itu, ternyata fitur pengelola audionya juga top banget deh. Equalizernya itu loh, bener-bener dahsyat.

Equalizer pas gue buka aplikasi Goole Play Music
Overall, gue merasa sama seperti lumia 535, yakni 'puas'. Karena jarang-jarang nemu smartphone yang tidak terlalu mahal, namun kualitas kamera dan audionya begitu dahsyat. 

Semoga saja smartphone (redmi 2) yang sekarang membawa berkah dan manfaat. Ammiinn.,

Bismillah, lanjut sekeripsi aahhh... Fightttt Oooonnnn!!!!

You Might Also Like

0 comments

Yuk tingalin Jejakmu di sini :D

Total Pageviews

Tweet2 :D

Followers

Komunitas Blogger UNJ