Search This Blog

Review Headset murah berkualitas (Philips, SONY, JBL)

Saturday, January 20, 2018

Headset JBL dan Sony
Halo sobat semua, gimana kabarnya. (kabarnya sih baik-baik aja kang, cuman kang hilmy kok lama banget ya ngak posting). Hehehe.. sory ya sob, bulan ini sampai 6 bulan ke depan aktivitas gue mulai banyak teralihkan untuk penulisan skripsi plus penelitiannya.

Oke deh tanpa banyak basa-basi lagi yuk dimulai reviewnya.. ;D

Oh ya headset yang gue review ini kisaran harganya mulai dari 50rb-an sampai 250rb. Oke. Cekidot..
Punya headset dengan brand bagus kayak Sony, JBL, Philips dan lain sebagainya mungkin bagi sebagian orang berbudget miring (kayak gue) adalah impian yang hanya mengalir seperti air yang terus mengalir sampai jauh.. (waduh kalimatnya kayak iklan peralon aja nih.. XD)

Review kali ini berdasarkan headset-headset yang udah pernah gue beli dalam 6 tahun terakhir ini. Dalam periode 6 tahun itu, gue udah gonta-ganti headset kurang lebih 8 headset. Kenapa gue bisa gonta-ganti sebanyak itu. Banyak banget alasannya, mulai dari headsetnya hilang (2 kali kehilangan), rusak (3 kali), sampai kecewa sama kualitasnya sampai sampai gue kasih headsetnya ke orang lain. hehehe

Oh ya, sebelum sobat tes headset. Sobat mesti tes pake file musik dengan kualitas Bit rate 320kbps. Karena file musik mp3 dengan kualitas dibawah 320kbps biasanya tidak mendetail suaranya. Mulai dari suara Low, Mid, sampai High. Dan biasanya karena kualitas 320kbps itu mendetail, ukuran file musik juga menjadi besar. Misal untuk lagu berdurasi 4 menit dengan kualitas Bit rate 320kbps ukurannya bisa mencapai kurang lebih 10 sampai 15 mb.

File mp3 dengan kualitas Bit rate 320kbps

Oke, kita mulai aja review headsetnya dari yang pertama kali gue beli.

1. philips she 2550

Spesifikasi :

Suara

Sistem akustik : buka
Tipe magnet : Neodymium
Kumparan suara : tembaga
Diafragma : Mylar dome
Respons frekuensi : 12 - 22.000  Hz
Impedansi : 16  ohm
Input daya maksimum : 50  mW
Kepekaan : 106  dB
Diameter speaker : 15  milimeter
Jenis : Dinamis





Konektivitas

Koneksi Kabel : dua-paralel, simetris
Panjang kabel : 1  m
Konektor : 3,5  milimeter
Lapisan konektor : berlapis nikel
Tipe kabel : tembaga

Headset ini dulu gue beli pas di kampus ada stand Philips. Pas banget nih, saat itu gue belum pernah coba headset selain headset bawaan smartphone. Langsung aja deh gue deketin itu standnya terus tanya harganya. Waktu itu sih kalau ngak salah harganya 70 rb-an (kalau sekarang mungkin udah naik deh). Langsung aja deh, langsung sikat.. (sebenernya sih karena harga tipe lain di atas 150rb-an hehehe)

Oh ya ini plus minusnya gue pake headset ini

PLUS (+)

+ Garansinya 2 tahun
+ Kabelnya panjang dan kuat
+ Ada karet penyangga di bagian speakernya jadi berasa nyaman di kuping
+ ngak bikin sakit kuping kalau di pake lama - lama
+ Suaranya lumayan kenceng (106 dB)
+ rentang frekuensinya keren (12 - 22.000 Hz) untuk harga 70rb-an (biasanya kalau headset murah rentang frekuensinya standar yakni 20 - 20.000 Hz, dimana angka paling kecil itu menunjukkan kedalaman bas, dan yang paling tinggi menunjukkan trebble atau high) Apalagi headset-headset yang ada embel-embel Hi-Fi. Biasanya rentang frekuensinya bisa 3 - 40.000 an Hz. Plus harganya bisa jutaan. (weww mau beli headset aja pake jutaan)

MINUS (-)

- ngak ada microphonenya
- Karena kabelnya panjang, jadi gampang kusut

2. Sonicgear

Nah untuk pembelian selanjutnya, ialah headset sonicgear. Tapi karena gue lupa tipe apa yang gue beli. Terus gue kecewa berat, karena dengan harga yang 100rb-an (lebih mahal dari Philips 70rb-an yang udah pernah gue coba) kualitas suaranya ngak terlalu bagus, terus kalau dipake lama-lama kuping jadi ngak nyaman. Plus build quality atau kualitas perangkatnya jelek. Baru sebulan dipakai udah muncul kayak lem yang keluar, terus lama-lama kabelnya putus. Weleh - weleh.. (Dalam hati, ngak lagi-lagi deh beli merek Sonicgear)

3. Sony MDR EX700

Setelah headset Sonicgear saya kabelnya putus, plus speakernya hancur. Akhirnya saya memutusnya mencari headset dengan brand bagus harga kisaran 50 sampai 100 rb-an. Kala itu masih belum ada tuh yang namanya Bukalapak, Tokopedia, Shopee dan kawan2 pemain baru dunia e-commerce. Paling baru ada Lazada sama bhineka aja (yang gue tau). Belum lagi waktu itu gue belum pernah belanja online, jadi gue putuskan untuk jalan ke harco mangga dua. Hunting headset dengan brand bagus.

Yang paling banyak gue temukan malah lapak Sonicgear. waduh ini harco udah di monopoli sama sonicgear apa ya. Tapi gue ngak menyerah, sampai pada akhirnya gue menemukan ini.

Sony MDR EX700, gue beli kisaran 50rb-an. Tapi pas gue coba suaranya enak bener. Mulai dari bas sampai treblenya berasa pas.

Oke berikut ini plus minusnya.

PLUS (+)

+ Suaranya jernih
+ Brand Sony

MINUS (-)

- Tidak ada microphone
- Kabelnya pendek dan mudah putus
- kepala headsetnya agak besar, jadi kalau di pake running suka copot sendiri headsetnya.
- Tidak bergaransi

Oh ya, pernah waktu itu temen gue beli juga via Online. Tapi tampilan headsetnya kayak gini

Sony Abal-abal
Dia beli waktu itu kisaran 20rb-an. Terus gue coba. Waduh suaranya sember luar biasa. OoO. So, hati-hati dalam memilih ya sob. Jangan sampai salah memilih.

4. Philips SHS3200/10

Spesifikasi

Suara

Sistem akustik : buka
Tipe magnet : Neodymium
Diafragma : Mylar dome
Kumparan suara : tembaga
Respons frekuensi  : 20 - 20,000  Hz
Impedansi  : 16  ohm
Input daya maksimum : 15  mW
Kepekaan : 100  dB
Diameter speaker : 15  mm
Jenis : Dinamis



Konektivitas


Koneksi Kabel : dua-paralel, simetris
Panjang kabel  : 1.2  m
Konektor : 3.5  mm
Lapisan konektor : berlapis krom
Tipe kabel : OFC (Oxygen Free Copper)

Setelah puas dengan headset Sony, akhirnya setelah 1 tahun headsetnya rusak karena kabelnya putus. Karena kabelnya terlalu pendek, jadi sering banget deh ketarik - tarik sampai setahun ketarik - tarik akhirnya putus juga. Lanjut akhirnya gue memilih jalur online untuk beli headset dengan brand bagus. Gue kembali memilih Philips, karena gue masih terkenang dengan kualitas suara dan kabelnya yang bagus, plus garansi resmi 2 tahun walau dengan harga miring. Headset ini gue beli kisaran 100rb-an.

Oke ini dia plus minusnya.

PLUS (+)

+ Walau dengan frekuensi standar (20 - 20.000 Hz), suaranya sangat halus.
+ Build Quality yang kokoh
+ Kabelnya super panjang
+ Ada earhook untuk penyangga telinga, jadi ngak bakal jatuh kalau di pake sambil running.
+ Garansi 2 tahun

MINUS (-)

- Earhook terlalu besar buat sebagian orang
- tidak ada Microphonenya
- Karena kabelnya panjang, jadi gampang kusut

5. SONY STH30

Ini mungkin Headset pertama yang gue beli dengan harga di atas 200 rb. Tepatnya gue beli 239rb. Dan mungkin headset yang sampai saat ini gue rasa paling nyaman di pakai di antara headset-headset sebelumnya. Karena bentuknya yang pas banget di telinga. Selain itu, microphonenya juga ada 2. Plus kualitasnya mentereng abis. Jadi kalau misalkan sobat suka nyanyi di aplikasi smule, headset ini pas banget deh pokoknya.

Spesifikasi

Konektor : 3.5 mm audio jack
fungsi tombol (one key) : Calling – Answer/reject, Listening – Play/pause/forward/back, Volume up, volume down
Pilihan Warna : Black, White, Purple
Tipe Speaker : 9.2 mm dynamic
Nominal Impedance: 18 Ohm
Respon Frekuensi : 20Hz – 20000Hz
Total distorsi harmonik : <0.5% (100Hz .. 10000Hz @ 1mW)
Microphone: ECM
IP57 (tahan air dan debu) tapi jangan disengajakan dimasukan air ya sob :D

Oke ini dia plus minusnya.

PLUS(+)

+ Suara sangat lembut, jernih dan jelas walau dengan frekuensi standar (20 - 20.000 Hz)
+ Build Quality yang bagus
+ Microphone yang super jernih
+ Tahan air dan debu. Jadi pas banget nih di pake sambil running. Walau kena keringat tetap tidak masalah. :D
+ Ada beragam pilihan warna.

MINUS (-)

- Pada bagian Tombol volume up/down terbuat dari karet, jadi pas udah setahun di pakai (kena terik matahari plus hujan kadang2) jadi sobek lapisan karetnya. Jadi sirkuit tombolnya terekspos keluar dan tentunya jadi tidak tahan air dan debu lagi.
- Barangnya yang semakin mahal. Saat ini di berbagai toko online, headset ini di jual di kisaran 400 sampai 500rb-an. Mungkin karena stok barang yang semakin langka.
- Tidak ada garansi resmi

6. JBL C100SI

Setelah puas totalitas dengan Headset SONY, tapi karena insiden terjatuh dari kantung jaket. Jadilah gue kembali mencari headset. Niatnya sih mau beli lagi merek SONY. Tapi pas liat flash sale di salah satu toko Online yang jul headset merek JBL dengan harga kisaran 70rb plus garansi resmi gue langsung ngebet pengen beli.

Berikut ini spesifikasinya :

Rataan input daya : 3mW
Panjang Kable : 1.2M
Rentang Frekuensi : 20 - 20.000 Hz
Impedansi : 16±3.2 ohms
Sensitivitas : 100±3dBSPL, 1mW
Maximum SPL : 5mW

Ini dia plus minusnya :

PLUS (+)

+ Garansi 1 tahun
+ Kabel lumayan panjang
+ Build Quality lumayan bagus
+ Ada Microphonenya
+ Ada 3 pilihan warna (Putih, Hitam, Merah)
+ Disediakan 3 eartips tambahan dengan berbagai ukuran

MINUS (-)

- Kualitas suara standar (kalah sama headset-headset sebelumnya)
- Kualitas kabel standar

Singkat cerita, karena ekspektasi gue yang berlebihan mengenai brand JBL ini (Maklum JBL merupakan pemain lama di dunia musik). Terus pas coba, ternyata kualitas suara sama kabel ngak sebagus Philips SHE 2550 yang harganya 70rb-an. Jadi gue kecewa terus kasih ke ade gue. hehehe

7. SONY MDR EX150AP

Kecewa dengan kualitas JBL C100SI, akhirnya gue memutuskan menabung sebentar terus beli headset SONY. Cari - carilah gue headset sony dengan rentang frekuensi bas di bawah 20 Hz dan frekuensi high di atas 20.000 Hz dengan harga miring. Dan nemulah gue ini. SONY MDR EX150AP dengan harga kisaran 200rb-an. Sempet di buat bingung dengan tipe EX155AP. Bedanya apa? karena spesifikasinya sama persis tapi harga yang tipe EX155AP lebih mahal dibanding EX150AP. Ternyata yang beda cuman tahun pembuatannya aja, sama desain yang HANYA sedikit dirubah. hhmmm...


Oke langsung aja, ini dia spesifikasinya.

JENIS HEADPHONE : Dinamis, Tertutup
UNIT DRIVER           : 9 mm, jenis dome (Voice Coil CCAW)
MAGNET                    : Neodymium
IMPEDANSI (OHM) : 16 ohm (1kHz)
RESPONS FREKUENSI : 5Hz-24,000Hz
SENSITIVITAS (DB/MW) : 103dB / mW
PANJANG KABEL : Kabel Litz, tipe Y, sekitar 1,2m
KONEKTOR : Konektor mini 4 pole lapis emas berbentuk L
GAYA PAKAI : masuk telinga (In-ear)

Lanjut ke plus minusnya deh.

PLUS (+)

+ Harga yang miring untuk rentang frekuensi 5-24.000 Hz
+ Suara yang detail
+ Ada Microphone
+ Kualitas kabel dan speaker yang bagus
+ Kabel yang super panjang
+ Disediakan cable adjuster. Jadi bisa pendekin ukuran kabel kalau berasa kepanjangan kabelnya.
+ Disediakan 4 eartips dengan ukuran yang berbeda
+ Suara diluar seakan terisolasi jadi semakin fokus untuk mendengarkan musik (dan sangat berbahaya bila dipakai berkendara, karena jadi ngak bisa denger suara di lingkungan sekitar)
+ Garansi 1 tahun
+ Ada Banyak pilihan warna

MINUS (-)

- Headset harus di tekan agak kedalam agar suara bassnya terdengar.
- Harus mengganti eartips dengan ukuran yang pas agar suara bass lebih jelas

8. JBL T110

Nah kalau headset yang ini gue ngak beli. Tapi pinjam sebentar dari punya temen. hehehe

Harganya beragam, mulai dari 70rb sampai 200rb-an. Tapi hati-hati ya sob, jangan sampai beli yang palsu. Belilah yang ada garansi RESMInya. Oke :D

oke ini dia spesifikasinya.

Plug : 3.5mm
Dynamic Driver : 9mm
Frequency response : 20 – 20.000Hz

Lanjut gue bahas plus minusnya (tapi karena gue pinjemnya sebentar jadi kayaknya ngak terlalu mendalam deh penilaiannya :D)




PLUS (+)

+ Garansi 1 tahun
+ Ada Microphone
+ Kabel bentuk pipih, jadi ngak gampang kusut
+ Build Quality yang sangat bagus
+ ada 3 pilihan warna (Hitam, Biru, Putih)
+ Suara yang lembut walau dengan frekuensi standar (20 - 20.000Hz)
+ Disediakan 3 eartips dengan ukuran yang berbeda

MINUS (-)

- Sulit untuk mencopot eartips.

Oke segitu aja review kali ini. Semoga bermanfaat buat sobat yang lagi cari - cari headset bagus tapi harganya miring. Sama 1 lagi. Pastikan headset yang mau sobat beli bergaransi RESMI. Karena headset - headset yang gue review ini banyak banget barang tiruannya. So, biar sobat ngak nyesel, jangan lupa ya pastikan garansinya RESMI.

Sekian dulu postingan kali ini. And See You On The Next Post :D

You Might Also Like

2 komentar

  1. Hi bro, cuma mau tanya, barang x ada referensi beli eartips/earbud/karet philips she 2550, bawaannya sudah sobek nih.btw nih barang emg bener spt yg diulas bro hilmy.saya beli dari tahun 2011 sampe skrg awet bgt. Rekomended dah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sory gan, ane ngak Nemu nih. Karena biasanya yg jual2 aksesoris macam earbuds modelnya rata2 yg in-ear

      Delete

Yuk tingalin Jejakmu di sini :D

Total Pageviews

Tweet2 :D

Followers

Komunitas Blogger UNJ